Community Development – Yayasan Suara Bhakti (CD-YSB)

About Us

This is Community Development – Yayasan Suara Bhakti (CD-YSB) official website

Community Development is a non-profit, independent and non-sectarian organization under Yayasan Suara Bhakti (CD-YSB) . It was founded because of being concerned to marginalized people in Daerah Istimewa Yogyakarta. These people lack knowledge of love, justice and equality. CD-YSB is one of the working units of Yayasan Suara Bhakti that specialises in carrying out all of the social activities.

The foundation was issued by RM Soerjanto Partaningrat S.H. dated 20th July 1987-N0. 164, and was licensed in Bantul Department of Justice, No. 47/YY/1987/PN/Btl.

Contact Us

Office Address:

Yayasan Suara Bhakti building
Jl. Damai Mudal RT 01/19, Sariharjo, Ngaglik, Sleman
YOGYAKARTA 55581, INDONESIA

Email address:

info@cdysb.org
cdsubha@indosat.net.id

Phone: +62 (0) 274 749 5895
Fax: +62 (0) 274 889 320

Web site : http://www.cdysb.org

Fields

‘To attain this vision, mission, and aims through Community Development – the YSB works in the following fields:

– CD-YSB supports community development program, especially in marginalized rural communities through partnerships with some local NGOs in Yogyakarta and the Central Java Province. The primary goal of these supports is to strengthen organizational capacity at the community level.

– CD-YSB income-generating program is focused on technical skills for women who want to start or expand their business but lack of money or skills.

– CD-YSB also works to improve the official development policy with some students from Sanata Dharma University in Yogyakarta, Gadjah Mada University in Yogyakarta, and some students from Gen. Sudirman University in Purwokerto Central Java.

The focus of CD-YSB’s non-formal education, training and income generating programs are currently in region of Daerah Istimewa Yogyakarta and Central Java Province

Network

·         Volunteer Service Overseas, UK

·         USC Satu Nama

·         New Zealand Embassy

·         Japan Embassy

·         Agriculture Department

·         Livestock and Husbandry Department

·         National Education Depatment

·         Tourism Department

·         Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial

·         Association of Foundations for Nation

·         CHF International

·         Jebsen & Jensen

·         DED Germany

·         Misserior

Outcomes

·         More Income

·         Increased well-being

·         Reduced “vulnerability”

·         Improved food security

·         More sustainable use of natural resource base

Personnel

CD-YSB employs a Director, an Office Administrator, some Program Officers and 26 volunteers.

It also has some expert consultants who are positioned in board of YSB.

Director :  Greg Haryana

Office Administrator : Ibnu Aryo Wijayanto dan Aprilia Ambar Ariani

Office Administrator : Maman Hermawan

Projects

A. Project Funding

Up to 1997 Community Development programs were solely funded by Yayasan Suara Bhakti commercial work unit: i.e. Wisma Bahasa, and Project management. In 1997-1998 the New Zealand Embassy provided financial assistance for some of our programs.

B. Strategies

– Providing services that stand up for marginalized people.

– Developing the knowledge, skills, and attitude of the groups by facilitating training aid and making them      able to start and arrange their productive activities properly.

– Helping the groups by guiding and consulting directly and indirectly.

– Involving society in the planning, carrying out, evaluating, and development of the next program.

– Applying a holistic approach.

Values

– Familihood, be brothers and sisters among each other within the organization as well loyal to each other.

– Friendship, be committed and loyal friends to internal and external people.

– Flexibility, terms of service are flexible to meet the needs of people. Neighbourhood, care for those in need    of assistance.

– Imagination, be prepared for the changing environment. Pragmatism, analytic problems and constructive to    solutions.

– Open-minded, willing to accommodate various constructive inputs through workable and fair treatments.

– Synergy, get things done together in conducive atmosphere.

Vision

A. Vision

We believe that to achieve greater community welfare, it is not enough just to solve problems as they arise. More importantly, CD- YSB creates awareness and understanding of the various problemsfor the members of the community, so as to foster their sense of pride and self- determination and to provide them with the appropriate means with which they can deal with the problems more effectively.

B. Mission

To improve knowledge, skills, and attitudes of the target groups by providing training facilitation, which in turn enables them to commence and manage their productive activity properly.

C. Aims

To increase the general welfare of the community through close cooperation with the target groups or the community themselves, as well as government, and non- government agencies working in the field of community development.

Work Area

·         Bantul District

·         Kulon Progo District

·         Sleman District

·         Gunung Kidul District

·         Yogyakarta District

·         Klaten District

·         Magelang District

BRIKET KOTORAN TERNAK

Limbah peternakan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, apalagi limbah tersebut dapat diperbaharui (renewable) selama ada ternak.

Kadar N, P dan K dalam Pupuk Kandang dari Beberapa Jenis Ternak

Jenis Pupuk Kandang

Kandungan (%)

N

P2O5

K2O

Kotoran Sapi

Kotoran Kuda

Kotoran Kambing

Kotoran Ayam

Kotoran Itik

0.6

0.4

0.5

1.6

1.0

0.3

0.3

0.3

0.5

1.4

0.1

0.3

0.2

0.2

0.6

Sumber : Nurhasanah, Widodo, Asari, dan Rahmarestia, 2006

Sumber energi alternatif agar  kebutuhan bahan bakar dapat dipenuhi tanpa merusak lingkungan. Salah satu bahan bakar alternatif ini ternyata dapat dibuat dari kotoran sapi.

Pemanfaatan kotoran ternak sebagai sumber energi (bahan bakar) merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi naiknya harga pupuk serta mengurangi penggunaan minyak tanah dan kayu untuk keperluan rumah tangga. Pemanfaatan kotoran ternak dapat dihasilkan 2 jenis bahan bakar yaitu biogas dan briket.

Gambar 1. Briket

Briket sendiri adalah sumber energi alternatif pengganti Minyak Tanah dan Elpiji dari bahan-bahan bekas, sampah maupun limbah-limbah pertanian yang tidak terpakai dan diolah. Pembuatan briket berbeda dengan pembuatan biogas. Dimana pembuatan briket dilakukan dengan mengubah kotoran ternak dalam bentuk briket dengan menggunakan alat cetak.

Gambar 3. Alat Pengepres Briket tradisional

 

Gambar 4. Alat Pengepres Briket modern

Gambar 2. Kompor Briket

Briket yang sudah terbentuk dikeringkan dengan sinar matahari. Setelah kering, briket tersebut dimasukkan ke dalam alat pemanas. Alat pemanas diletakkan diatas kompor atau tungku. Setelah briket berubah jadi arang yang ditandai dengan habisnya asap yang keluar pada tempat pemanas. Lalu alat pemanas di buka dan briket yang masih membara disemprot dengan air.

Briket yang sudah jadi arang ini dapat dipakai sebagai bahan bakar untuk memasak atau kebutuhan rumah tangga.

Keunggulan briket adalah tidak mudah meledak, tidak mengeluarkan api, peralatan memasak jadi lebih awat, lebih sehat, tahan lama, ramah lingkungan dan lebih hemat karena kotoran dua ekor sapi setara dengan 2,6 liter minyak atau 1,90 kg elpiji per hari.

Sumber : http://hannayuri.wordpress.com/category/laporan-kuliah/

Petik 7 Manfaat Daun Mint

Petik 7 Manfaat Daun Mint

summertomato.com

DAUN mint (Mentha cordifolia) yang selama ini kita kenal, tak hanya memiliki khasiat untuk menyegarkan napas. Ternyata lebih dari itu, daun mint yang beraroma wangi dan bercita rasa dingin menyegarkan ini juga memiliki banyak kegunaan dan mampu mengatasi beberapa masalah kesehatan, berikut beberapa di antaranya:
1. Sistem pencernaan
Daun mint merupakan makanan pembuka yang menyehatkan. Mengapa? Karena mint mampu menenangkan kondisi dalam perut kita. Aroma mint akan mengaktifkan kelenjar air liur dan kelenjar yang menghasilkan enzim pencernaan. Alhasil percernaan kita pun lancar.

2. Mual dan sakit kepala
Aroma mint yang menyegarkan merupakan obat ampuh untuk mengatasi mual. Hiruplah aroma minyak mint atau daun mint segar supaya mual berkurang. Bila dioleskan, sakit kepala juga akan berkurang.

3. Gangguan pernapasan
Aroma mint yang segar sangat efektif melegakan saluran pernapasan dengan membuka kongesti hidung, tenggorok, dan paru-paru. Rasa mint juga bisa membantu mengatasi batuk.

4. Asma
Penggunaan mint secara teratur bisa membantu penderita asma karena mampu memberikan relaksasi dan membantu melegakan pernapasan.

5. Perawatan kulit
Jus mint sangat bagus bila dijadikan masker wajah. Selain menghaluskan kulit, infeksi, gatal-gatal, dan jerawat juga bisa teratasi. Mint juga bisa mengatasi gigitan nyamuk.

6. Kesehatan mulut
Ini tentunya manfaat yang diketahui banyak orang dari daun mint. Karena kemampuannya dalam mengatsi kuman dan menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya dalam mulut, tak heran mulut serta napas kita akan senantiasa segar apabila rutin menggunakannya.

7. Kanker
Menurut penelitian terkini, beberapa enzim yang terkandung dalam daun mint bisa membantu melawan sel kanker. (Pri/OL-06)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2011/01/16/3577/3/Petik-7-Manfaat-Daun-Mint-
Nanang Speedy Daun mint bisa di konsumsi langsung dengan mencampurkan pada minuman teh kita berikan secukupnya, kalo kita habis mengkonsumsi sate dan gule kambing bagus juga untuk menetralisir makanan tersebut agar nggak darah tinggi (kata orang arab)

Contoh Pohon Orok-Orok Penyubur Tanah

Bibit orok-orokan yaitu tanaman penyubur tanah untuk lahan berpasir, tanah tidak subur, tanah kering, tanah merah, dan tanah lahan setelah penambangan. Tanaman ini baik digunakan karena banyak unsur hara dan humus.

Foto-foto Baksos 2010-2011

Baksos aksi solidaritas  rekanan CD-YSB saat pasca erupsi gunung merapi 2010-2011. Lokasi : Desa Petung Kel. Wates. Kec.Dukun Muntilan dan Dusun Tangkil, Ngargomulyo, Dukun, Magelang.

AYUB (Asosiasi Yayasan Untuk Bangsa)

Mas Hendra wartawan Global TV

Mas Agung wartawan koran Sindo Seputar Indonesia

Ibu Maya marketing salah satu Radio di Yogyakarta

Arminareka Perdana

Maria Monique Happy Room

Atas kebersamaannya kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik fisik maupun pikiran. Dan tidak lupa sekali lagi  kami ucapkan terima kasih atas pemberian bantuan yang berwujud material, logistik ataupun moral.

Kami mohon maaf masih banyak para donatur yang belum sempat kami tampilkan satu persatu.

Obat Kambing Yang Terkena Gatal – Gatal

Gunakan obat IVERVET bila kambing terkena scabies / gatal -gatal hindari penyuntikan saat kambing bunting / hamil .  Cara pemakaian : IVERVET dosis 1 ml setiap 50 kg Berat badan kambing sedangkan Alkohol 70 % untuk pencuci jarum suntik dan agar cepat menutup lubang sehabis disuntik.

Usahakan saat menyuntik tidak mengenai tulang, lakukan disekitar leher kambing atau paha belakang.

Bila belum mengerti dan masih ragu-ragu hubungi dokter hewan terdekat.

Teman kami

Dari informasi teman ke teman akhirnya tergugah hati untuk menolong. Selama masih ada harapan buat apa kita ambil resiko. “Jangan gagal karena berhenti mencoba”.  Biarlah orang lain yang berbicara kita mengiyakan, Mari kita kuatkan ketahanan pangan bersama.

Lokasi : Dusun Tangkil, Ngargomulyo, Dukun, Magelang 7-8 km dari puncak G. merapi bagian utara.

Peternak cacing tanah, pioneer strobery, produsen daun mint, peternak kambing Bp.Theo BS Hp : 081328482555 email : Paulus(.)setyo@yahoo(.)com

Bp. Maryono peternak babi 085643820462

Pak Parno/ Sibang ketua kelompok pasar didaerah Ngelemer Tangkil Magelang, peternak kambing 085292435480, 081910274099

Hem biru putih pak Girimin Kadus Tangkil, peternak kambing kacang.  Kemeja merah pak Maman CD-YSB

Bp. Gunawan percetakan sablon kaos, seragam, jaket 081328527275 Lokasi : Desa Petung Kel. Wates. Kec.Dukun Muntilan

Bp. Didik penguji pupuk cair CD-YSB untuk tanaman jahe merah ditanah datar Ngelemer Magelang.

Bp.Maman 085643106376, (0274) 749 5895 produsen pupuk organik Mekar Buana, bibit beras hitam, beras hitam organik, beras putih organik Lokasi : Nogosari, Krekah, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta.

Bp. Sarjio/Korsel penjaga kandang ICF Mekar sari Bantul, petani cabai.

Mas Eko Muriadi Yusuf owner emha42, volunteer CD-YSB Nov 2010 – sekarang. Usaha kecil-kecilan  warung kelontong,  es batu, kreasi batik perca, aneka baju batik, souvenir, cetak undangan, dll

Lokasi : Jl. Wiji adisoro 46 Rt.008/02 kel. Prenggan kec. Kotagede Yogyakarta 55172. (0274)7488951, 085715154236.

Mas Boby volunteer CD-YSB, design interior, pengusaha.

Mas Kristianto yg gemuk status masih single umur hmpir 40 thn bila ada yg berminat nikah hubungi kami. Volunteer CD-YSB, tokoh pemuda sekitar gunung menoreh Desa Duren Sawit Kec.Kali Bawang Kab. Kulon Progo.

Mas Adik Fauzan yg pake jaket sebelah mas gemuk volunteer CD-YSB skrang pegawai bank BCA Jakarta Timur.

Yang pake baju merah Mbak Agatha Wisma Bahasa.

Mengenal dunia pemasaran

Mengenal dunia pemasaran

Pemasaran adalah proses yang dilakukan perusahaan dalam menciptakan nilai (value) bagi pelanggan dan membangun relasi pelanggan yang kuat dalam rangka meraih nilai dari pelanggan sebagai imbalannya. Untuk itu kita harus mengerti manfaat dan keunggulan produk yang akan dipasarkan.

Tujuan pemasar adalah memperhatikan keterbatasan menjadi prioritas yang ditujukan ke pasar dengan melihat sumber daya kompetensi dan akses sebagai daya tarik agar berminat untuk dimiliki. Wujud timbal balik tersebut maka terjadilah pertukaran antara pemasar dengan pasar yang mendonasikan profit sebagai tujuan akhir.

Filosofi pemasaran dicermati secara perspektif dari berbagai konsep diantaranya :

  • Konsep produksi : produksi massal, distribusi intensif, harga terjangkau.
  • Konsep produk : kualitas, kinerja, fitur inovatif.
  • Konsep penjualan : promosi gencar, penjualan agresif.
  • Konsep pemasaran : memahami dan memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen, integritas bauran pemasaran, penjualan dan laba adalah konsekuensi pemuasan pelanggan.
  • Konsep pemasaran sosial : keseimbangan kepentingan perusahaan, konsumen, dan masyarakat umum.

Konsep pemasaran dilakukan dengan cara meriset pasar, apa yang dibutuhkan dan siapa yang memerlukan harus disesuaikan secara efektif, inovatif dan fleksibel. Sebab mengapa orang membeli produk kita karena bagus, murah dan berbeda secara relevan harus mengenai target dan disertai merk sebagai ciri khas perusahaan.

Bauran pemasaran (7P):

  • Produk (product)
  • Harga(price)
  • Tempat (place)
  • Promosi (promotion)
  • Manusia (people)
  • Proses (proses)
  • Physical evidences

Nah teman-teman tinggal memcocokan karakter yang sesuai kemampauan anda. Mau jadi apa yang penting usaha. Jadi dengan memilah dan memilih mana yang baik dan benar, semoga kebutuhan hidup tercukupi dengan mensyukuri apa yang ada dan terpenuhi impian yang didambakan. “Baik untuk diri sendiri belum tentu baik untuk orang lain”. Mari tetap semangat, hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Cintailah produk – produk Indonesia. Merdeka, merdeka, merdeka,..

Sumber : Pelatihan pemasaran dan pemanfaatan internet, paguyugan AYUB Yogyakarta dan PPEB EFE UAJY, Hari kartini 2012. pembicara : Toto Dwi Santoso Oleh : Fandy Tjiptono dosen fakultas ekonomi Atmajaya Yogyakarta

Budidaya Jamur Tiram

Untuk pemeliharaan jamur tiram hindari sinar matahari langsung dan asap rokok agar jamur tiram tidak terkontaminasi bakteri. Jamur tiram yang sudah dipanen bisa langsung dimakan. ehm rasanya gurih seperti kita makan kripik slondok atau direbus dahulu baru kemudian diolah menjadi makanan pelengkap seperti mie, sup, sate dll. harga jual jamur tiram Rp 8000,-/kg jangan khawatir prosesnya aman tidak memakai bahan kimia sudah disterilkan dan tanpa efek samping. Jamur tiram ini berguna untuk menggugah selera makan anda karena tidak mengandung kolesterol. Harga jual per satu baglog Rp 1700,- + ongkos kirim Rp 150,-/baglog (harga berubah sewaktu-waktu) untuk daerah Jogya dan sekitarnya. Untuk pemesanan baglog siap produksi 3-4 minggu barang ada. Istilah baglog adalah tempat kantong plastik untuk wadah jamur tiram yang telah dikemas dengan media serbuk gergaji.
 
Metode yang digunakan : baglog ditaruh berjejer pada suatu rak dari bahan bambu yang diletakkan dalam satu ruangan yang agak lembab. Jamur dipanen setiap hari dengan ukuran sesuai keinginan. Masa pakai 3-4 bulan untuk satu baglog bila dilubangi 2 pada baglog untuk tempat tumbuh jamur tiram muncul keluar. Satu baglog bisa menghasilkan jamur tiram 2 ons / hari tergantung lubang yang dipakai pada baglog. Untuk daya tahan setelah dipanen sekitar 8-10 jam jamur tiram akan kelihatan berwarna kuning. Usahakan setelah dipanen semprot air atau diuapkan menggunakan spray kondisi air seperti busa agar media tanam tetap selalu dalam kondisi lembab. Apabila baglog sudah keliatan kempes dan tidak berwarna putih berarti jamur tiram masa produksinya sudah habis. Baglog yang sudah tidak terpakai masih bisa dimanfaatkan untuk media cacing tanah atau bisa juga digunakan sebagai pupuk dengan disemprotkan bakteri EM 4.


Tersedia juga buku resep masakan olahan jamur tiram, bila anda berminat kami siap antar sampai ditempat..

Sumber : http://emha42-hobiis.blogspot.com/2011/05/budidaya-jamur-tiram.html

Budidaya Ikan Lele

I. Pendahuluan.

Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu petani lele dengan paket produk dan teknologi.

II. Pembenihan Lele.

Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.

III. Sistem Budidaya.

Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :

1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.

2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.

3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).

Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.

IV. Tahap Proses Budidaya.

A. Pembuatan Kolam.

Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :

Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.

Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.

Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.

Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.

B. Pemilihan Induk

Induk jantan mempunyai tanda :

– tulang kepala berbentuk pipih

– warna lebih gelap

– gerakannya lebih lincah

– perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung

– alat kelaminnya berbentuk runcing.

Induk betina bertanda :

– tulang kepala berbentuk cembung

– warna badan lebih cerah

– gerakan lamban

– perut mengembang lebih besar daripada punggung  alat kelamin berbentuk bulat.

C. Persiapan Lahan.

Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :

– Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.

– Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.

– Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.

– Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.

Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :

– Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.

– Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama

D. Pemijahan.

Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.

E. Pemindahan.

Cara pemindahan :

– kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.

– siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.

– samakan suhu pada kedua kolam

– pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.

– pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.

F. Pendederan.

Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.

V. Manajemen Pakan.

Pakan anakan lele berupa :

– pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.

– Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.

– Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.

VI. Manajemen Air.

Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :

– air harus bersih

– berwarna hijau cerah

– kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).

Ukuran kualitas air secara kimia :

– bebas senyawa beracun seperti amoniak

– mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).

Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.

VII. Manajemen Kesehatan.

Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai. (art)

Sumber : http://emha42.wordpress.com/2012/03/22/budidaya-ikan-lele/

« Older entries